Skip navigation

FISIKAWAN

1. RENE DESCRATES

Sumber : Wikipedia.org

        Rene Descrates lahir 1596 di La Haye, Touraine, Perancis. Descrates adalah anak cerdas yang menunjukkan bakat besar terhadap matematika. Dalam usia 20 tahun, ia mendapatkan gelar dalam ilmu hukum. Lalu ia berdinas dalam ketentaraan, mula-mula dinegeri Belanda lalu di Bavaria. Pada tahun 1619, ia mengalami mimpi yang tidak dapat dilupakan, yaitu ia membayangkan bahwa pada akirnya dia mampu mengerti segala sesuatu melalui penjelasan sederhana.
            Karya ilmiah Descrates yang paling terkenal adalah Discourse on Method. Descrates memperkenalkan besaran gerakan yang bergantung kepada sesuatu selain kelajuan benda. Sebagai contoh sebuah peluru bergerak dengan kelajuan 50 km/jam memiliki “gerakan” lebih kecil dibandingkan dengan sebuah bola bergerak dengan kelajuan yang sama. Ia mengusulkan untuk mendefenisikan besaran tertentu sebagai hasil kali antara masa dengan kelajuan. Jumlah besaran gerak dari benda apabila tidak ada gaya yang bekerja pada sistem haruslah tetap dari waktu ke waktu. Dalam bahasa matematikanya ditulis sebagai berikut:

𝑚1𝑣1+ 𝑚2𝑣2 +𝑚3𝑣3 +𝑚𝑛𝑣𝑛 ……… = ∑ 𝑚𝑖𝑣𝑖

           Hukum kekekalan Descrates ini kemudian diuji melalui serangkaian percobaan ilmuan-ilmuan The Royal Society, seperti Robert Hooke, Cristoper Wren, John William, dan Hans Christian Huygens. Para ilmuan tersebut akhirnya mendefenisikan besaran vektor yang diperoleh dari hasil kali massa benda dengan vektor kecepatannya. Mereka mendefenisikan besaran vektor tersebut sebagai momentum untuk menggantikan konsep gerakan dari Descrates. Descrates meninggal pada tahun 1889 pada usia 70 tahun.


2. CHISTIAN HUYGENS (1629-1695) 

Sumber : unariunwidom.com

       Christian Huygens adalah ahli fisika, ahli astronomi, penemu jam bandul, penemu teori gelombang cahaya, dan masih banyak penemuan lainnya. Huygens lahir di Den Haaq, Belanda, pada tanggal 14 april 1629. Ayahnya adalah seorang diplomat bernama Consatantin Huygens. Sampai umur 16 tahun Huygens tidak pernah duduk di bangku sekolah. Ia didik di rumah, oleh guru lesnya. Baru sesudah Huygens masuk ke Universitas Leiden. Huygens ikut berperan dalam menemukan rumus yang tepat tentang hukum tumbukan meskipun ia tak pernah menerbitkannya.
         Untuk mengukur waktu kejadian-kejadian astronomis, Huygens membuat jam yang mampu mengukur waktu hingga kehitungan menit. Ia menggunakan gerakan maju mundur yang biasa terjadi pada sebuah pendulum yang berayun untuk mengendalikan gigi-gigi jam tersebut. Huygens mempresentasekan model jamnya yang pertama pada pemerintah Belanda dan menggambarkannya dalam terbitan tahun 1658. Jam pendulum tersebut dikenal dengan jam “kakek” dipakai di seluruh dunia hampir 300 tahun. Huygens meninggal tanggal 8 Juli 1695 di Den Haaq pada usia 66 tahun setelah banyak berkarya.